Langsung ke konten utama

Mendoakanmu Dari Sini

Mendoakanmu Dari Sini
Karya : Allaya Fira Annisa
                   
~ Aku hanya bisa memelukmu, menyayangimu, dan mendoakan
dari sini, dari kejauhan... dan aku percaya, keteguhanku dan
perjuanganku takkan sia – sia, percayalah
kita kan bertemu suatu saat nanti.... ~

      Belum lama aku mengenal lelaki pencuri perhatianku itu, bahkan masih bisa disebut sesaat.  Entah mengapa.... aku menganggap lelaki itu special di ruang kosong hati ini. Meski aku belum mengenalnya jauh, namun aku merasakan bahwa aku mengenalnya lama sekali. Edward namanya, nama yang sangat apik itu mampu menggetarkanku dan membuatku tersenyum secara tiba – tiba, bahkan teman – temanku menganggap aku tak waras lagi, namun yang pasti aku mulai tertarik mengenalnya lebih jauh. Meski kami hanya kenal melalui BBM dan Facebook, namun rasanya kami kenal seperti penah bertatap muka alias face to face.
          Sahabatku, entah masih bisa kusebut kawan ataukah lawan. Jemari jail mereka mampu membuatku malu bukan kepalang. Mereka melebihi musuhku sendiri, mungkin mereka menganggap semua ini lelucon, namun tidak bagiku, ini pelanggaran tentang rahasia pribadi ini, rahasia hati. Semua diaryku berada di handphone ku. Mereka membaca satu persatu dan membuka BBMku dengan Edward, mati.... mereka pasti akan mengejekku aku berpacaran dengan Edward.
“Cie.... Annisa suka sama Edward.... papa mama lagi manggilnya cieee” suatu yang kutakutkan terjadi, mereka tau panggilanku dengan Edward adalah papa dan mama, sial, ini adalah hari tersial yang ku alami.
“Apa – apaan sih, udah deh nggak usah lebay” aku marah, jelas saja aku marah, ini adalah rahasiaku, rahasia hati.
“Apakah kamu kekasih Edward??? Jawab dong” aku menggeleng yakin, selama ini aku memang tak pernah memiliki hubungan apapun selain teman sosmed Edward. Aku memilih meninggalkan kelasku dan mengambil hp ku yang sempat mereka curi.
***
          Bulan purnama..... itulah yang kutatap saat ini. Setelah aku mengerjakan PR yang mampu membuat otak dan mata ini hampir matang, aku membalas BBM dari lelaki pencuri perhatianku.
“Ma....” panggilan itu....
“Iya pa...”
“Aku kangen kamu” kata – kata ini membuatku tak mampu lagi untuk bernafas, aku lupa bernafas. Andai saja aku ini kekasihnya, mungkin aku tak sesesak ini, karena kami bukan sepasang kekasih, melainkan hanya saling mengisi kekosongan yang lebih mendekati kata iseng.
“Kangen??? Memangnya kenapa kamu kangen aku, yaaaa mana mungkin sih kamu kangen aku???” Aku ingin ia lebih perhatikan rasa ini, rasa yang terpendam, rasa yang rahasia, dan rasa yang diam, tanpa mau mengungkapkan apa yang sedang ku rasa.
“Lantas, kamu minta apa??” Minta??? Apakah aku harus mengungkap rahasia hatiku sekarang??? Saat hati ingin berucap, gengsi membisikiku untuk berkata tidak, karena aku perempuan, dan aku masih memiliki nalar dan harga diri.
“Minta.... maksudmu????” Aku bersikap biasa, seakan – akan aku ini tak mengerti semuanya, bersikap bodoh seperti biasanya, bersikap tak pernah ada apa – apa dengan hatiku, meski aku tau hati ini berteriak lain.
“Apakah kau ingin menjadi kekasihku??” Kekasih??? Apakah ia mulai mengerti dengan perasaanku??
“Menurutmu???”
“Annisa, sepertinya kamu mulai mencintaiku, aku merasakannya, janganlah kamu membohongi hatimu” aku mulai terdiam dan mencernanya baik – baik. Menutupi maksud hati, aku lebih memilih berbohong.
“Mencintaimu.... aku hanya simpati saja denganmu, simpati bukan berarti menicintai kan??? Sudahlah... ini sudah larut malam, dan good night Edward, have a nice dream” Apa yang telah kukatakan??? Aku justru seperti menolaknya, dan kebodohanku ini aku mempersempit Edward untuk mencintaiku, bodoh.....

***
          Sudah satu minggu sejak kejadian dimalam purnama itu, aku tak pernah menerima pesan dari Edward lagi. Facebooknya juga sepi, amat sangat sepi. Maksud hati ingin menanyainya, apakah dia baik – baik saja. Gengsiku sebagai perempuan membisikiku lagi, sial.... mengapa aku harus menjadi perempuan, jika aku lelaki mungkin kata gengsi itu terhapus dengan keberanianku ini. Gengsi itu seakan berkata bahwa aku ini perempuan, jadi perlakukan tubuh itu layaknya perempuan, membungkam akan rasa bukan sebuah anjuran, namun kewajiban. Dan rasa gengsi kuhapus sejenak, karna aku terlalu merindukan sosoknya. Namun jemariku seakan kaku ketika melihat status BBM nya.
^Ve ~ Goodnight sayang.... Edward sayang Ve ({}) :*^
Dadaku seakan sesak karnanya. Selama ini lelaki yang kucinta, telah berada dipelukan hati yang lain. Ini mempertandakan bahwa aku tak pernah ada dihatinya. Mungkin saja aku terlalu berharap dengannya. Aku memutuskan mencari bahan pembicaraan dengannya, aku mematahkan gengsiku dahulu, mungkin karena kondisi hatiku, kondisi dimana hati ini sangat terluka karenanya.
“Selamat ya... udah punya pacar” Aku mencoba bahagia karenanya.
“Iya” Singkat, padat, jelas, dan mudah ku mengerti.
“Hey.... tumben jawabannya pendek banget...” Aku mulai mencoba memperbaiki kondisi hatiku.
“Yaiyalah, kita kan Cuma TEMEN” prasss...... hati yang ingin kuperbaiki, malah semakin hancur karenanya, bukan makin membaik, bahkan makin hancur dari sebelumnya?? Akankah ia mengerti aku saat ini??
“Iya kita Cuma temen” itulah ucapanku dan menghentikan BBM ku dengannya. Ingin hatiku untuk menghapus namanya dari kontak BBM ku, namun aku masih ingin mencintainya, meski hanya mendoakan dia bahagia meski aku terluka disini, dan lukaku ini dia tak mau tau dan peduli. Aku memutuskan pergi darinya, meninggalkan secerca asa dan dealova, memutuskan pergi dari hidupnya, meski hanya melalui BBM. Aku sadar.... dia tak menanti aku, melainkan menanti cintanya dan menghabiskan waktu luangnya denganku, dan mungkin dia benar, aku dan dia tak pernah ada apa – apa. Kita hanya teman yang dipertemukan, dan aku percaya, jika aku tertakdir dengannya, pasti kami akan bertemu nanti....
***
          Setiap malam, aku melihat status Edward yang selalu beganti – ganti. Entah status makan dulu sayang, blajar yang giat gih, ataukah bobok dulu sayang, sayang sayang dan sayang tak lupa dengan emoticon peluk dan cium itu membuatku semakin terluka, keromantisan Edward seakan melukai hatiku secara tak sadar, bahkan aku merasa aku tak perlu melihat notifikasi BBM ku lagi, karnanya hatiku makin terluka.
          Saat hati ingin menyerah dengan keadaan, cinta ini semakin liar karnanya, tumbuh dan berkembang secara tak sadar. Inilah yang kutakutkan, rasa yang semakin mencinta, justru membuatnya semakin jauh dari pandangan. Aku benci cinta.
          Suara hiruk pikuk koridor sekolah seakan sunyi, sepi, dan tak bernyawa lagi setelah ada wanita lain dihatinya, dan salah satu wanita itu tak ada namaku yang tertera disana. Dimana semua bercanda tawa dengan kekasihnya masing – masing, aku sendiri disini, sendiri. Disini yang kubutuhkan adalah teman curhat, hanya itu, aku tak bisa berterus terang semuanya kepada mama, aku tak bisa membuat beliau ikut mengkhawatirkan perasaanku, cukup hatiku saja yang terluka, cukup. Aku menceritakannya kepada sahabat setiaku, Indah dan Rikha. Sekarang hanya mereka yang bisa mendengar suara hatiku.
“Lantas mengapa kau masih menyimpan nama EDWARD di hatimu??? Dia tak mencintaimu, dan relakanlah dia bahagia, aku hanya tak mau melihatmu sesedih ini....” Rikha memelukku, aku tenang dalam peluknya, dia memang pandai menjinakkan amarah hatiku.
“Aku tak bisa semudah itu menghapusnya...” isakan tangisku mulai menurun.
“Aku tak mengenal lagi Annisa yang sedang ada dihadapanku, kukira Annisa adalah wanita yang tegar, kuat, dan tabah, dan siapa Annisa yang sedang berada didepan mataku, gadis yang lemah, pasrah. Kembalilah seperti Annisa yang aku kenal, Annisa yang ceria, tak memiliki beban kesedihan dihidupnya, cobalah move on.... jika itu yang terbaik” Indah benar, aku harus seperti gadis tak berbeban hidup lagi, selalu tersenyum dikala luka menghujam hatiku.
“Aku akan berusaha” Hanya kata itu yang keluar dari mulutku, aku hanya ingin tenang dalam kelasku ini. Hanya ingin ketenangan, ketentraman, dan melatih Annisa yang kuat, tegar, dan tak berbeban hidup. Benar kata mereka, aku harus kuat dan menutup sebuah lukaku, cukup mereka berdua yang tau akan cerita hatiku.

***
          Setelah berminggu – minggu suram yang kulalui, aku dan hatiku kembali membaik, seakan tak pernah terjadi apa – apa. Pelangi kehidupan yang menyadarkanku hidup lebih bewarna meski tanpa dia, meski tak lengkap, pelangi itu mengenalkanku akan hidup itu masih berwarna, dan perjuanganku masih panjang. Meski terkadang terluka karena status Edward, aku mencoba mulai tabah dengan semua ini.
          Suatu yang tak kusangka, dia kembali hadir dalam hidupku. Mau apa lagi dia??? Apakah ia ingin melukaiku yang mulai membaik ini? Hanya bisa pasrah, itulah yang aku fikirkan saat ini.
“Ping” Janggal, mengapa tak ada nama Ve lagi???? Akankah mereka??
“Yoh...Opo?” aku hanya menjawabnya dengan singkat, aku tak ingin terjebak dihatinya lagi.
“Iseng aah” Jahat, mengapa dia seperti itu???
“Ntar Ve marah lo sama kamu” Aku mulai memancingnya.
“Kami sudah putus” Apa..??? Putus?? Kata itu, entah aku harus bahagia ataukah berduka, bersedih karena kegagalan mereka menjadi sebuah pasangan atau bahagia karena aku berkesempatan lagi untuk memilikinya.
“Haa??? Kapan??” Aku mulai kepo karnanya, rasa ingin tauku memuncak.
“2 minggu yang lalu, dan aku rasa.....” jawaban yang menggantung, sungguh tak aku sukai, apa maksudnya???
“Aku rasa.... aku mulai mencintaimu, bukan Ve” Hatiku melayang..... aku tak bisa ungkapkan rasa bahagiaku sekarang.
“Aku cinta kamu, apakah kau mau menjadi kekasihku??” Aku bahagia karenanya. Amat bahagia, kata yang kunanti sejak berbulan – bulan yang lalu akhirnya tiba diwaktu yang tepat, bahkan sangat tepat.
“janji jangan sakiti hatiku”
“Janji, aku takkan pernah melukaimu lagi, dan maafkan kesalahanku dulu"
“Ya... aku mau menjadi kekasihmu, Edward” Aku menjawab yakin, inilah yang membuatku slalu yakin, kata – katanya slalu menuntutku untuk percaya.
***
          Satu minggu setelah jadian, kami semakin dekat dan romantis seperti gambaran yang ada di otakku. Aku bahagia karna kehadirannya. Pagi yang masih buta, memaksaku membuka mata karna suara BBM masuk, aku menebak jika ini dari Edward. Seperti dugaanku... Edward, kekasihku tak pernah absen chat di BBM denganku.
“Sayang... kamu udah bangun sayang??” yang benar saja ini jam 3 pagi, mana mungkin aku bangung jam segini?
“Ini masih jam 3 sayang, aku masih tidur tapi, karena kamu aku bangun”
“Jam tiga??? Jam enam kali sayang” aku cek jam di Hpku. Benar, ternyata jam kamarku mati.
“Haa????” untung saja aku sudah mengerjakan kewajibanku, sholat subuh, mungkin aku ketiduran setelah sholat.
“Iya, santai aja lah, kan ada aku. Untung aja aku bangunin kamu, eh iya sayangku.... nanti mamaku dateng lo!!! :* ({})” Begitu bahagianya dia, dan aku bahagia karenanya
“Eh... mamaku udah datang, udah dulu ya sayangku, jangan kangen yaa, love you honey :* ({})” Dan aku langsung bangun dan meletakkan hpku diatas meja.
          Mentari mulai terasa terik. Perasaanku tak enak, apa yang telah terjadi dengan orang yang aku cinta, rasanya keluargaku baik – baik saja. Ataukah ada masalah dengan lelaki pencuri hatiku itu??? Entah apa yang sedang kurasa, rasa sesak, dan rasanya ingin menangis. Aku juga tak mengeti tentang hatiku ini, seakan tersenyum tiba – tiba dan bersedih secara tiba – tiba pula. Aku menunggu patahan katanya. Dan Thing......... BBM masuk. Kulihat isinya.
“Sayang.....” Aku mulai curiga, ada apa dengannya.
“Ada apa sayangku.... Cerita dong...” Aku ingin tau apa yang sebenarnya terjadi dengannya.
“Tadi kan mama pulang, mama ngeintrogasi aku. Mamaku tanya, pacarmu siapa? Aku jawab “Annisa ma”. Trus mama bilang “Agamanya Islam ya???” aku ngangguk gitu sambil heran kok mama tau, aku tanya “mama kok tau”, trus mama jawab “Namanya udah keliatan. Emmm sayang..... tolong, mama minta tolong, tolong putusin Annisa, karena pada awalnya kalian tak pernah bisa bersatu, lebih baik putus sekarang kan?”. Aku mulai bingung, aku harus gimana??? Aku masih sayang sama kamu.... :’( “ firasatku tak pernah meleset, aku harus melepasnya, pada akhirnya aku harus melepasnya dengan semua rasa yang semakin melekat dengan hebatnya di hatiku. Aku merasa seakan dunia tak pernah berpihak denganku, cinta tak pernah mengajakku untuk merasakan manisnya, aku hanya dikenalkan dengan sebuah luka, ketika masalah Ve dan Edward selesai malah sekarang masalah yang muncul sebelum kita saling mengenal, cerita cinta antara anak yang betenggerkan kalung salib dilehernya dengan anak yang melekatkan kerudung dikepalanya, mencintai insan yang kitab sucinya tak seperti yang kubaca, mencintai seseorang yang tempat ibadahnya berbeda denganku. Mungkin aku memaksakan sebuah Cinta, seolah hatiku ini seorang sutradara pengatur jalan cerita hidupku, dan aku mulai mengabaikan andil Tuhan disini, dan itulah kesalahanku.
“Edward sayang.... mamamu itu benar, kita itu memang sudah berbeda dari awal, jadi kamu tak perlu merasa sebersalah itu sama aku, aku sadar kalau kita itu beda, hormati mamamu, dia pasti tau yang terbaik untukmu, untukku, dan untuk kita, percaya...” Sebenarnya aku juga tak mau melepasnya, aku sungguh mencintainya dari segi apapun, dan jika aku melepasnya sama saja aku meruntuhkan semua perjuanganku selama ini. Namun jika cinta membuatnya mengekang mamanya, jujur saja.... aku marah, karena aku dan mamanya adalah sama – sama perempuan, jadi setiap hati wanita terluka, pasti aku ikut merasakan luka itu bila dia mengekang mamanya. Aku lebih rela dia melepasku daripada ia mengekang orang tuanya.
“Tapi sayang.....aku masih sayang, cinta sama kamu.... please... jangan tinggalin aku lagi....”
“Lalu kamu mau menentang orang tuamu??? Aku nggak mau kamu jadi anak yang durhaka, Edward..”
“Lalu apakah kau tak pikirkan aku???” Bodoh.... jelas saja aku perhatikan, karna disini yang terluka bukan hanya kamu, melainkan hati ini semakin terkoyak karnanya. Meski cinta ini tak semudah menghapus goretan spidol non permanen dengan tangan.
“Bagaimana aku memikirkanmu, disini aku juga terluka, kumohon.... lupakan aku...” aku hanya bisa tersenyum nanar saat membalas itu, jujur saja aku tak ingin dilupakan semudah itu.
“Jika itu maumu baiklah...” Prassss, aku tak bisa berkata – kata lagi. Tak bisa duduk dengan tegap, lemas ini datang secara tiba – tiba. Seakan otakku beku, kaki tanganku lumpuh, dan aku terluka karenanya, sakit.
***
          Mentari mulai menyinari kamarku, cahaya matahari yang lancang menusuk mataku berhasil membangunkanku dalam bayangan mimpiku itu, bayangan masalah 3 hari yang lalu, dimana kami memutuskan untuk berpisah secara baik – baik karena kami yang tak seiman. Masalah yang ada sejak kami belum resmi menjadi apapun. Dan aku mulai yakin, cinta itu tak harus memiliki. Tak ku sangka dia BBM aku lagi. Mengapa dia ingin bicara denganku lagi???
“PING!!!!!”
“Iya...” Aku jawab dengan cueknya, aku tak ingin memberi secerca harapan kepada lelaki pencuri perhatianku itu.
“Aku mohon.... kembalilah....”
“Lalu, mama???” Aku mulai bingung dengan Edward...
“Dia mengizinkanku, selama aku bahagia”

          Akhirnya masalah itu terselesaikan lagi. Aku hanya bisa mendoakan dia dari sini, mendoakan untuk meminta jalan yang terbaik. Aku yakin Allah menciptakan jalan cinta sepeti ini pasti memiliki makna dan kesan yang indah. Aku percaya entah jalan apa yang Allah inginkan itu semua masih rahasia. Entah Allah ingin aku bersatu dengan lelaki itu ataukah memisahkan kami kembali, hanya DIA yang tau, karena Dia MAHA TAU, rahasia itu pasti akan terungkap seiring dengan jalannya waktu. Insyaallah... semuanya akan baik, Amin.
***
Kisah ini berdasarkan kisah pribadi saya, nama tokoh disamarkan :D, tanpa rekayasa sedikitpun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertanyaan & Pembahasan (materi fermentasi)

1 Jelaskan tentang bioteknologi konvensional dan beri contohnya!      Jawab : Bioteknologi konvensional merupakan teknik biologi yang memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur untuk menghasilkan produk tertentu. Bioteknologi konvensional sering disebut juga bioteknologi sederhana dan sudah dikenal sejak dahulu kala. Contoh dalam pemanfaatkan bioteknologi konvensional yaitu : a.     Pembuatan tape dari singkong, ketan, nasi (difermentasikan oleh jamur/ ragi (Saccharomyceae cereviceae) ) b.     Pembuatan tempe dari bahan dasar kedelai (difermentasikan oleh jamur Rhizopus oryzeae atau Rhizopus oligosporus ) c.     Pembuatan oncom dari bungkil kacang tanah (difermentasikan oleh jamur Monilia sitophilla ) d.     Pembuatan kecap dari sari kedelai hitam (difermentasikan oleh jamur Aspergyllus wentii ) 2. Jelaskan pengertian fermentasi. Tuliskan juga skema proses fermentasi secara singkat! ...

Kisah Sepatu

Kisah Sepatu Karya : Allaya Fira Annisa SEQUEL Of MENDOAKANMU DARI SINI ~ Suatu yang berbeda dan dipaksakan bersatu takkan berakhir manis. Memilih mundur sekarang, atau lebih tersakiti. Tuhan maha adil. Biarlah aku pada batasanku, dan kamu dalam batasanmu. Ingatlah, kita bagai mengukir kisah sepatu, saling bersama, berjuang bersama, namun langkah takkan pernah sama ~         Hubungan kami berjalan hingga 6 bulan lamanya. Banyak kenangan manis yang tercipta diantara kami. Dia memang pria yang cukup baik di mataku, setidaknya itu yang bisa ku katakan tentangnya, jarang lelaki yang seperti dia. Dia bisa menjadi pacar sekaligus sahabat terbaik dalam hidupku.         Masalah..... ya... di hubungan kami yang ke 6 bulan, kami sering mempertimbangkan bagaimana baiknya. Ya, aku dan dia memiliki perbedaan yang cukup kuat. Perbedaan yang tak pernah bisa disatukan, apalagi disamakan. Aku setia dengan percayaku pa...

Quotes Galauers

Quotes Galauers ~ Setidaknya kamu telah berjuang, apapun hasilnya, relakanlah.... Tuhan menyiapkan pasanganmu yang lebih baik darinya. ~ Jika pandangan itu bukan untukmu, senyumnya bukan untukmu, bahkan hatinya bukan untukmu, buat apa kau pejuangkan? Bukankah SIA SIA.??? Life must move on, right? ~ Cinta.... kalo kamu CINTA dia, ya biarin dia BAHAGIA. Kalo terlalu mengekang itu bukan CINTA, tapi KEPOSESIFAN DAN KEEGOISAN SEMATA !!!!!!!! ~ Apapun yang terjadi, tetaplah tersenyum dan pendam lukamu. Seakan kau bahagia dengan apa yang terjadi saat ini. ~ Kamu berhak bahagia dan kamu bisa bahagia meski TANPA DIA !!!! ~ Setiap hembusan nafasmu itu sangat berharga, maka manfaatkan sebaik mungkin. ~ Waktu takkan pernah mau menunggumu. Kejarlah impimu sampai dapat. ~ Gag perlu membuang kenangan kalo belum sanggup, cuma ya gag usah diingat – ingat lagi kenangannya, ntar sakit lagi :D ~ Cukup sekali kamu menangis karena cinta, pikir..... apakah dia menangisim...